TBC vs GMT
dihari kemerdekaan ini ….ada 2 kejadian yang belum merdeka, tentu yang terkat dengan GURU seorang yang digugu dan ditiru…apanya yang ditiru???
Ketika saya kirim sms ke teman-teman guru pada saat hari ulang tuhun Kemerdekaan Indonesia dengan kata yang sangat singkat “Merdeka” ada yang memebalas dari rekan guru yang berstatus HONORER….beliau sms , beliau menjawab sms saya ” Harusnya Merdeka pak, tp mati lama2 ni, honornya ga keluar… He.. he” Pada hari keerdekaan yang saharusnya Merdeka ….malah Memprihatinkan
Kejadian kedua ketika membuka emal, karena sekitar 5 hari tidak sempat buka email satu email yang membuat tertarik dengan subyek “Wah 50 persen guru di bali Gaptek’” ……. perasaannya sih kesel juga kayak tahu jumlah guru di bali aja emang sudah diadakan pendataan atau survey lah eeee ternyata setelah dibaca satu pernyaataan dari orang nomor 1 dipendidikan alias Kepala Disdikpora Bali, kita simak pernyataan beliau:
Denpasar – Dibalik keberhasilan pelajar di Provinsi Bali mengukir sukses lulus di Ujian Nasional. Sebuah fakta baru dunia pendidikan di Pulau Dewata itu mulai terkuak. Ternyata 50% guru dan tenaga pengajar di Bali diketahui tidak bisa mengoperasikan komputer alias gaptek.
Hal tersebut terungkap setelah Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga IB Anom membeberkan data kepada wartawan Kamis (9/6/2011) siang di Denpasar. Menurut IB Anom, dari sekitar 50 ribu guru dan tenaga pengajar yang ada di Provinsi Bali, diperkirakan 50% atau 25 ribu diantaranya menderita TBC alias Tidak Bisa Computer. “Angka ini sangat tinggi dan cukup mencengangkan di tengah prestasi kita yang meningkat,” kata IB Anom.
Akibat TBC alias Tidak Bisa Computer, guru dan tenaga pengajar di Bali berusaha mencari berbagai solusi dan jalan pintas murid dapat lulus Ujian Nasional (UN) dengan hasil memuaskan. “Sekarang ini banyak guru yang diketahui menyimpang dan banyak melakukan jalan pintas yakni, mereka kebanyakan tidak mau mengajari dan mendidik muridnya dengan benar, pokoknya yang penting hasil UN bagus,” Kata IB Anom.
Dari hasil pengamatan IB Anom, 50% guru yang tidak bisa mengopersikan komputer terkendala berbagai hal seperti adaptasi guru dengan tekhnologi yang masih sangat rendah. Untuk mengantisipasi dan mngurangi tingkat guru yang gaptek, IB Anom berencana akan melakukan segala model pembelajaran mengenai tekhnologi. “Ya semoga nantinya dengan cara itu kemungkinan jumlah 50% bisa berkurang,” katanya.
IB Anom menjelaskan, sebagian besar dari 50% guru yang gaptek merupakan guru dan tenaga pengajar yang bertugas di desa-desa terpelosok. “Kendala mereka adalah ketidaktersediaan aliran listrik. Jadi guru-guru di desa lebih memilih menggunakan sistem manual dalam proses belaja mengajar,” katanya.
IB Anom menambahkan, dari 176 Sekolah Dasar yang ada di Bali, baru sekitar 60% yang sudah teraliri aliran listrik. “Pelan-pelan kami akan melakukan pembelajaran tentang teknologi agar para guru tidak gaptek lagi,” kata Anom.
Merdeka pak Anom
saya siap membantu agar guru tidak TBC, saya telah banyak dibiaya negara untuk mengembangkan IT di bali mulai 2004 saya telah difasilitasi Jakarta untuk mengembangkan ICT center kemudian mendampingi pengembangan Jardiknas di bali termasuk tempat bp bertugas di BPKB sesetan, tapi dengan 25 ribu guru cukup berat…… dengan kerjasama kita mungkin akan ringan…. kita punya sekitar 250 orang taman d3tkj yang tersebar di 9 kabupaten /kota siap membantu agar 50% guru TBC menurun dan bisa GMT (guru melek teknologi)
kita berharap juga dari disdikpora bali ikut memantau kegiatan PLPG kami Undiksha agar tidak kontradiktif antara pihak undiksha dengan keinginan disdikpora bali, di era teknologi sekarang ini, kami mengikuti pendidikian dan latihan profesi guru mengerjakan tugas dengan “tulis tangan” padahal kami bawa laptop, printer termasuk LCD projector.
GMT > TBC semoga
by: nawaikus@yahoo.com twiter:twsukiawan@twitter.com
hp: +628123987781
Oktober 13, 2011 pukul 8:31 PM
Kok Banyak sekali yang TBC, gimana ngak TBC kalau bli komputer aja guru susah!, sekolah dapat bantuan notebook SMK Relion banyak yang ngak bisa kepakai / rusak, ya jadinya bantuan mubasir.
moga2 setelah guru ikut plpg dapat tunjangan bisa untuk beli komputer agar tidak gaptek
Program ICT di SMK N 1 masih ngak ya pak?